SURABAYA (Realita)- Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) memberikan pendampingan intensif kepada seorang anak sekolah dasar (SD) berinisial ZHR (10) yang terjaring operasi penertiban jam malam. ZHR diamankan petugas gabungan saat berjualan di kawasan Pandegiling, Kamis (3/7/2025) malam.
Kepala DP3A-PPKB Surabaya, Ida Widayati, menjelaskan bahwa ZHR merupakan siswa kelas 4 SD yang kedapatan berjualan di jalan hingga melewati pukul 22.00 WIB. “Anak ini ditemukan sedang berjualan di sekitar Pandegiling di atas jam 10 malam saat ada sweeping kemarin. Dia diamankan Satpol PP Kota Surabaya dan kemudian dipulangkan ke orang tuanya,” kata Ida saat dikonfirmasi, Jumat (4/7/2025).
Tim DP3A-PPKB langsung mendatangi kediaman ZHR di kawasan Putat Jaya untuk memberikan pendampingan. Ida menuturkan, pendampingan tidak hanya diberikan kepada ZHR, tetapi juga kepada ibunya, Nofi Irawati. Diketahui, ZHR adalah anak bungsu dari delapan bersaudara, di mana beberapa kakaknya sudah berkeluarga dan ada yang terlibat kasus hukum.
“Kami juga mendampingi ibunya agar tidak lagi memberdayakan anaknya untuk berjualan di malam hari. Ibunya harus mandiri secara ekonomi,” tegas Ida.
Sebagai upaya pemberdayaan ekonomi, DP3A-PPKB menawarkan bantuan modal usaha kepada Nofi Irawati agar ia dapat berjualan sendiri tanpa melibatkan anak di bawah umur. Selain itu, pihak RT, RW, dan Satgas lingkungan setempat akan dilibatkan untuk memantau keluarga ZHR. “Kami berharap kejadian serupa tidak terulang. Jika terulang, ibunya akan diamankan dan anaknya akan diambil alih negara,” jelasnya.
Sementara itu, Lurah Putat Jaya, Indah Pusparini, mengatakan pihak kelurahan bersama RT, RW, Kader Surabaya Hebat (KSH), dan Puskesmas akan bergotong royong mengawasi ZHR. “Kami pantau bersama agar anak ini tidak lagi keluar malam untuk berjualan. Terutama karena ibunya juga single parent yang mencari nafkah sendiri,” ujar Indah.
Di sisi lain, Nofi Irawati mengaku tidak mengetahui anaknya berjualan snack di kawasan Pandegiling hingga larut malam. Ia pun berjanji akan menjaga ZHR agar tidak lagi berkeliaran di malam hari. “Saya tidak tahu kalau dia berjualan sampai diamankan Satpol PP. Saya akan jaga supaya tidak keluar malam lagi,” tuturnya.
Pemkot Surabaya menegaskan akan terus memantau dan melakukan pendampingan hingga keluarga ZHR benar-benar mandiri dan anak dapat menjalani masa tumbuh kembangnya dengan aman.yudhi
Editor : Redaksi