Pelabuhan Wisata Kalianget Sepi, Disperkimhub Sumenep Berdalih Sedang Penataan

SUMENEP (Realita)- Pembangunan pelabuhan wisata Kalianget menelan dana hingga Rp3.875.624.845. Tapi, hingga saat ini belum memberikan dampak signifikan. Untuk itu, DPRD Sumenep mendesak pemerintah daerah agar segera memfungsikan agar bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Pembangunan pelabuhan wisata Kalianget itu dilakukan tiga tahap. Yakni, dimulai sejak 2021, 2022, dan 2024. Anggarannya bersumber dari bantuan keuangan (BK) provinsi dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Wiwid Harjo Yudanto mengatakan, sejak awal pihaknya memang mendorong pembangunan pelabuhan wisata tersebut. Baik di sisi Kalianget maupun Talango.

Tujuannya, agar bisa mempercepat penyeberangan Kalianget–Talango dan sebaliknya.

"Melalui pelabuhan yang dibangun pemkab itu kan nanti bisa mengurai kemacetan penyeberangan Kalianget–Talango,” katanya.

Di sisi lain, pelabuhan tersebut bisa meningkatkan PAD. Mengingat, lokasi pelabuhan wisata berada di dekat terminal milik pemkab. Jika pelabuhan beroperasi, secara tidak langsung akan menghidupkan terminal tersebut.

”Jadi banyak manfaatnya jika pelabuhan difungsikan. Bisa juga bantu PAD kita,” ucap Wiwid.

Sayangnya, hingga sekarang pelabuhan tersebut belum difungsikan secara optimal. Padahal, pembangunannya menghabiskan anggaran miliaran.

"Kami minta agar pelabuhan wisata ini segera difungsikan untuk penyeberangan Kalianget–Talango,” desaknya.

Terpisah, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep Yayak Nurwahyudi tidak mengakui jika pelabuhan wisata Kalianget belum beroperasi maksimal. Dia berdalih, masih koordinasi dengan pemilik perahu dan pihak terkait lainnya.

”Sedang dalam proses penataan. Nanti penyeberangan ke Asta Yusuf diarahkan digeser ke arah terminal dan lanjut ke dermaga wisata,” tukasnya.rin

Editor : Redaksi

Berita Terbaru