Akademisi Soal Kritik KAHMI : Perguruan Tinggi di Lamongan Masih Komitmen Pengabdian Masyarakat

LAMONGAN (Realita) - Menanggapi pernyataan penasehat Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lamongan, Muchlisin Amar, tentang puluhan perguruan tinggi di Lamongan yang dinilai relatif miskin terhadap kajian ilmiah dari hasil penelitian tentang tantangan real yang di hadapi nelayan di masa yang akan datang, Akdemisi di Lamongan, Bambang Eko Muljono, menepis kondisi tersebut.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki kewajiban untuk melaksanakan Tri Dharma (Pengajaran, penelitian dan pengabdian Masyarakat). Meskipun terbatas dengan anggaran, khususnya perguruan tinggi swasta.

"Hanya saja perguruan tinggi yang ada di Lamongan adalah Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dimana anggaran untuk melaksanakan Tri Dharma harus dibiayai sendiri secara mandiri. Berbeda dengan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang seluruh biaya kegiatannya didukung oleh APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara)," kata Bambang kepada realita.co, Rabu (12/11/2025).

PTS, masih menurut Bambang, hanya dapat cipratan dana APBN Bidang pendidikan dan sangat kecil sekali, utamanya untuk tunjangan sertifikasi dosen yang telah memenuhi syarat. Maka keterbatasan anggaran itulah yang menyebabkan PTS di Lamongan tidak nampak dibanding PTN yang ada di luar Lamongan," terusnya.

Lebih lanjut, mantan Rektor Universitas Islam Lamongan (UNISLA) itu menjelaskan, sejauh ini seluruh PTS di Lamongan masih berkomitmen melakukan program-program yang berkaitan dengan pengabdian masyarakat.

"Seperti UNISLA misalnya! sampai hari ini masih komitmen dengan penelitian dan pengabdian pada masyarakat khususnya dalam program KKN, program kerjanya disesuaikan dengan program Pemkab, Program Kecamatan dan Desa yang ditempati KKN. Dimana luarannya selain laporan hasil KKN adalah Hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan Wilayah, Desa dan Kabupaten Lamongan. Bahkan ada beberapa program KKN yang ditinjak lanjuti setelah KKN selesai. Karena UNISLA tetap komiten untuk selalu siap hadir dan berkontribusi nyata dalam setiap upaya pembangunan daerah. Meskipun dengan keterbatasan yang ada kami terbuka untuk diundang dan diajak berkolaborasi dalam berbagai kegiatan yang relevan dengan bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," tandasnya.

Seperti diketahui, penasehat Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lamongan, Muchlisin Amar, mengkritik puluhan perguruan tinggi di Lamongan yang dinilai relatif miskin terhadap kajian ilmiah dari hasil penelitian tentang tantangan real yang di hadapi nelayan di masa yang akan datang.

Dirinya juga mengatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran signifikan dalam mengidentifikasi, menganalisis dan tentu mencari solusi problem nelayan melalui pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

"Perguruan tinggi seperti terlelap tidur, tidak where dan minim partisipasi serta lebih mengejar akreditasi dan saya lebih menyebut perguruan tinggi di Lamongan hanya sekedar 'monumen bisu' hampa peran dan sengaja menjauh dari yang seharusnya di perankan," kata Muchlisin Amar, dalam kegiatan diskusi bertajuk peran perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat nelayan pesisir Lamongan, Selasa (11/11/2025).

Lebih lanjut, Muchlisin memaparkan rumitnya tantangan yang akan dihadapi nelayan kedepan, khususnya soal ekonomi.

"Kemiskinan, ketergantungan modal, penipisan sumberdaya ikan, pencemaran, masalah iklim, konflik dengan kebijakan ikan terukur dan privatisasi lahan pesisir, reklamasi yang ugal-ugalan tanpa mempertimbangkan kelangsungan ekosisitem dan tidak transparan dalam proses perijinan pemanfaatan lahan dan meminggirkan peran nelayan dalam menjaga laut mereka, yang secara turun temurun dikuasai untuk mengais rizki," ujarnya.

Oleh karena itu, Muchlisin berharap agar perguruan tinggi di Lamongan berperan aktif dalam upaya mencerahkan hingga mensejahterakan masyarakat.

"Perguruan tinggi harus mencerdaskan, memberdayakan, dan mensejahterakan masyarakat nelayan dengan Tri Dharma perguruan tingginya," tandasnya.

Reporter : Defit Budiamsyah

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …

Pupuk Subsidi di Jombang, Ruwet

JOMBANG - Sektor pertanian Kabupaten Jombang kembali dihantam persoalan klasik yang seolah menjadi siklus tahunan tanpa solusi permanen.  Distribusi pupuk …