PANTURA LAMONGAN (Realita) - Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara (Forkom Nelangsa) sukses menggelar Rembug Nasional dengan mengusung tema "Nelayan Rajungan Bersatu, Berdaya, dan Patuh Regulasi, Bersama Mewujudkan Kesejahteraan Nelayan dan Perikanan Rajungan Lestari".
Acara ini bertujuan memperkuat sinergi antar nelayan rajungan di Indonesia, serta mewujudkan perikanan rajungan yang berkelanjutan, berdaya saing tinggi dan memberikan manfaat sosial ekonomi terhadap kesejahteraan nelayan rajungan.
Rembug Nelayan tersebut usai dilaksanakan di Jepara pada tanggal 2 - 3 Desember 2025 dan dihadiri oleh 42 perwakilan Simpul Forkom Nelangsa dari berbagai daerah, antara lain Lampung, Kabupaten Jepara, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, serta perwakilan nelayan rajungan dari Kabupaten Demak, Kota Semarang, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon.
Pertemuan dua hari ini telah menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, salah satunya adalah terpilihnya kembali Mustain sebagai Ketua Forkom Nelangsa untuk periode 2025–2030. Selain itu, Forkom juga menyusun draft program kerja lima tahunan yang menitikberatkan pada Penguatan dan pengembangan organisasi; Program konservasi lingkungan; Advokasi kebijakan yang berpihak pada nelayan kecil serta Pengembangan usaha menuju kemandirian Forkom
Dalam sambutannya, ketua terpilih, Mustain menegaskan dengan terlaksananya Rembug Nasional itu, Forkom Nelangsa berharap dapat terus berkembang dan menjadi wadah yang semakin kuat dalam memperjuangkan kesejahteraan nelayan rajungan Indonesia.
"Forkom juga berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya perikanan rajungan yang berkelanjutan, dengan fokus utama pada penggunaan alat tangkap ramah lingkungan, karantina rajungan bertelur serta perlindungan spesies dilindungi, termasuk mamalia laut," jelasnya, Sabtu (6/12/2025).
Sementara itu menanggapi terpilihnya kembali Mustain sebagai ketua untuk periode 2025-2010, ketua Forkom Nelayan Rajungan Nusantara Kabupaten Lamongan, Muchlisin Amar, mengatakan keputusan ini sangat tepat karena melihat kepemimpinan sebelumya yang cukup berhasil, baik konsolidasi organisasi pusat daerah maupun konsolidasi program penumbuhan dan pengembangan jaringan produksi rajungan/ mini plan dibeberapa propinsi dan kabupaten.
"Saya berharap lima tahun kedepan mata rantai jaringan produksi akan semakin masif di bangun di setiap daerah agar produksi hasil tangkapan rajungan semakin banyak dan berkualitas, dengan ujung tujuannya adalah kesejahteraan, kemandirian nelayan rajungan semakin meningkat," ujar Muchlisin Amar saat dikonfirmasi realita.co di Paciran Lamongan, Sabtu (06/12/2025).
Lebih lanjut ia menjelaskan kegiatan Rembug Nelayan saat itu juga dihadiri oleh Haryo Topo Yuwono, Ketua Tim Kerja Pengukuran dan Pendaftaran Kapal Perikanan, Direktorat Kapal dan Alat Penangkapan Ikan KKP yang Dalam kesempatannya menyampaikan materi mengenai Peran Penerbitan Buku Kapal Perikanan Elektronik Nelayan Kecil (E-BKP NK) dalam Mendukung Penerbitan Dokumen Ekspor (Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan - SHTI dan Certificate of Admissibility - CoA).
Haryo Topo menegaskan bahwa Forkom Nelangsa memiliki peran strategis dalam mengorganisir nelayan rajungan skala kecil, sehingga dapat mempercepat proses pendaftaran kapal dan administrasi nelayan. Pihaknya menyatakan dukungan penuh serta kesiapan untuk berkolaborasi ke depan.
Selain itu, hadir pula Zulfikar, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Sumber Daya Ikan Berbasis Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) dari Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang membawakan materi tentang Peran Pemangku Kepentingan dalam Pengelolaan Perikanan Rajungan Berkelanjutan. Beliau menyambut baik hadirnya Forkom Nelangsa untuk berperan aktif dalam pengelolaan perikanan rajungan baik di tingkap WPP maupun nasional.
Diharapkan rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dari pertemuan Forkom ini bisa disampaikan dalam pertemuan pengelolaan di tingkat WPP.
Reporter : Defit Budiamsyah
Editor : Redaksi