Kasus Bocah 4 Tahun di Kota Kediri Disorot, Dinsos Turunkan Pendamping dan Fokus Pemulihan

KEDIRI (Realita) - Kematian tragis anak berinisial NIZ (4) di Kelurahan Ngronggo, Rabu malam (15/4/2026), menjadi alarm serius bagi sistem perlindungan anak di Kota Kediri.

Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Sosial (Dinsos) langsung bergerak dengan menerjunkan pendamping rehabilitasi sosial untuk keluarga korban.

Jenazah NIZ telah dimakamkan pada Kamis (16/4/2026), di tengah duka mendalam keluarga dan warga sekitar yang turut mengantarkan kepergian korban.

Kepala Dinsos Kota Kediri, Imam Muttaqin, menyampaikan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah memastikan pemulihan kondisi psikologis keluarga, khususnya anak-anak yang terdampak. Selain itu, bantuan pengobatan juga disiapkan bagi pihak yang membutuhkan.

“Fokus kami saat ini adalah penanganan psikologis anak-anak dan keluarga korban, serta bantuan pengobatan. Prosesnya masih berjalan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Tak hanya penanganan pascakejadian, Dinsos juga menyoroti adanya celah dalam sistem deteksi dini di tingkat lingkungan. Salah satu temuan penting adalah korban tidak tercatat dalam Kartu Keluarga (KK), yang berdampak pada keterbatasan intervensi bantuan sosial.

Imam menegaskan, ke depan peran RT dan kelurahan akan diperkuat sebagai garda terdepan dalam mendeteksi potensi kasus kekerasan terhadap anak. Menurutnya, informasi seharusnya bisa teridentifikasi sejak awal dari lingkungan terdekat.

 

“Seharusnya dari RT, lalu ke kelurahan, baru ke kami. Kami pasti turun, tapi sangat disayangkan jika kasus seperti ini baru terendus setelah kejadian. Ini yang akan kami evaluasi,” tegasnya.

 

Di sisi lain, dugaan kekerasan terhadap NIZ semakin menguat setelah warga menemukan luka memar di tubuh korban saat meninggal dunia. NIZ diketahui tinggal bersama kedua kakaknya, VIT (6) dan FIF (7), yang juga diduga mengalami perlakuan serupa.

Kerabat korban, Bagas (21), mengungkapkan adanya tanda-tanda mencurigakan pada tubuh kedua kakak korban saat berada di rumahnya usai dari Polres.

“Ada bekas luka di bagian pinggang kanan dan kiri seperti memar. Kalau bekas rokok masih belum bisa dipastikan,” ungkapnya.

Meski demikian, selama ini NIZ dikenal sebagai anak yang aktif bermain seperti anak seusianya. Ia juga tidak pernah secara terbuka mengeluhkan adanya kekerasan, meski terkadang menangis dan mengaku dimarahi.

Saat ini, kedua kakak korban telah berada dalam kondisi aman bersama keluarga. Namun, perubahan perilaku mulai terlihat, di mana keduanya terkadang menjadi lebih pendiam dibanding biasanya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif. Ibu korban, Hariyani, ayah tiri Wito, serta neneknya Sumilah kini masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim Polres Kediri Kota untuk mengungkap penyebab pasti kematian NIZ.

Kasus ini pun menjadi pengingat bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga lingkungan sekitar. Deteksi dini dan kepedulian sosial dinilai menjadi kunci agar tragedi serupa tidak kembali terulang.nia

Editor : Redaksi

Berita Terbaru