Dosen MSP FPIK UB Teliti Mikroplastik dan Logam Berat di Kampung Blekok Situbondo

SITUBONDO – Dosen Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), Nico Rahman Caesar, S.Pi., M.P. dan Gilang Rusrita Aida, S.Pi., M.Si., melaksanakan penelitian lingkungan pesisir di kawasan Kampung Blekok, Kabupaten Situbondo, pada 1–3 Juni 2026. Ada 4 mahasiswa PKL terlibat dalam kegiatan ini. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kondisi kualitas lingkungan perairan pesisir melalui analisis pencemaran mikroplastik, logam berat, serta kesehatan ekosistem perairan.

Kampung Blekok merupakan salah satu kawasan ekowisata dan konservasi pesisir yang dikenal sebagai habitat berbagai jenis burung air serta memiliki ekosistem mangrove yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir. Namun, meningkatnya aktivitas manusia dan tekanan lingkungan menuntut adanya pemantauan kondisi perairan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan kawasan tersebut.

Dalam penelitian ini, tim peneliti melakukan pengambilan sampel air dan sedimen untuk menganalisis keberadaan mikroplastik dan logam berat yang berpotensi mencemari lingkungan perairan. Selain itu, penelitian juga mencakup kajian bioassessment menggunakan makroinvertebrata bentik sebagai bioindikator kesehatan lingkungan.

“Makroinvertebrata bentik memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi terhadap perubahan kualitas lingkungan sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi ekologis suatu perairan secara lebih komprehensif,” jelas Nico Rahman Caesar.

Penggunaan bioindikator menjadi pendekatan yang semakin banyak digunakan dalam pengelolaan lingkungan karena mampu memberikan gambaran jangka panjang mengenai tingkat tekanan yang dialami suatu ekosistem. Melalui analisis komunitas organisme bentik, peneliti dapat mengidentifikasi perubahan kualitas lingkungan yang mungkin tidak terdeteksi hanya melalui pengukuran parameter fisika dan kimia perairan.

Selain mengidentifikasi potensi pencemaran, penelitian ini juga bertujuan menghasilkan data ilmiah yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengelolaan kawasan pesisir berbasis bukti (evidence-based management). Seluruh sampel yang diperoleh dari lapangan selanjutnya dianalisis lebih lanjut di laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya untuk memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai kondisi lingkungan Kampung Blekok.

Gilang Rusrita Aida menegaskan bahwa penelitian lingkungan pesisir memiliki peran penting dalam mendukung konservasi sumber daya alam dan keberlanjutan pemanfaatannya.

“Data hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi pengelola kawasan dan pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pengelolaan lingkungan yang lebih efektif, terutama dalam menghadapi ancaman pencemaran dan perubahan kondisi ekosistem pesisir,” ujarnya.

Melalui kegiatan penelitian ini, FPIK UB terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan kajian ilmiah yang berkontribusi terhadap pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkuat upaya konservasi Kampung Blekok sekaligus mendukung pengambilan kebijakan berbasis sains untuk menjaga kualitas lingkungan pesisir di masa mendatang.

Kegiatan ini sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), SDG 14 (Ekosistem Laut), SDG 15 (Ekosistem Daratan), serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan data ilmiah dan pemantauan kondisi lingkungan sebagai dasar perlindungan ekosistem pesisir yang berkelanjutan.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru