Miris, Lapak PKL Andansari Sepi, Pedagang Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Advertorial

LAMONGAN (Realita) – Kondisi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Andansari terlihat relatif sepi. Bahkan, sejumlah lapak diketahui sudah tidak lagi beroperasi. Hal tersebut terpantau saat awak media mendatangi lokasi dan melakukan wawancara dengan beberapa pedagang.

Seorang pedagang makanan menyampaikan bahwa sepinya pembeli berdampak pada penggunaan modal usaha yang akhirnya terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat sebagian pedagang kesulitan untuk kembali menjalankan usahanya.

Salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah hampir satu bulan tidak dapat berjualan karena modal usaha telah habis untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Ya bagaimana ya, Mas. Harapannya tentu ada perhatian dari pemerintah agar kami diperhatikan. Selama ini belum ada, jadi terasa seperti dibiarkan saja,” ujarnya.

Ia juga membandingkan kondisi PKL di Andansari dengan pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

“Kalau di Basuki Rahmat itu kan ramai, bahkan semakin bertambah. Sekarang juga ada PKL dari Pasar Tingkat yang dipindahkan dan dibina di sekitar area pasar,” katanya.

Advertorial

Menurutnya, para pedagang yang telah bertahun-tahun berjualan di kawasan alun-alun kini justru merasa kurang mendapatkan perhatian setelah direlokasi ke kawasan Andansari.

“Kami yang sudah lama di alun-alun sekarang justru merasa sepi di Andansari, tanpa ada solusi yang jelas dari pemerintah. UMKM juga jadi kurang berkembang,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait kondisi maupun keluhan para pedagang tersebut.
Redaksi membuka ruang hak jawab dan hak koreksi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik kepada pihak terkait.

Reporter: M.Yusuf Al Ghoni

Editor : Redaksi

Berita Terbaru