JAKARTA (Realita)- Sikap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terkait putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden kembali menjadi sorotan. Peneliti BRIN Prof. Erma Yulihastin menilai ada persoalan mendasar yang menurutnya belum disampaikan Jokowi dalam wawancara dengan Bocor Alus Politik Tempo.
Erma menilai Jokowi dalam wawancara tersebut lebih banyak membantah berbagai tudingan yang disampaikan pewawancara dan mengatasnamakan demokrasi. Namun, ia mengaku kecewa karena tidak melihat adanya penyesalan dari Jokowi atas keputusan politik yang berkaitan dengan putranya.
Menurut Erma, Jokowi setidaknya dapat mengakui apabila memang terdapat persoalan mengenai kapasitas Gibran untuk menduduki posisi Wakil Presiden. Ia bahkan menyebut Gibran sebagai sosok yang menurut penilaiannya tidak layak dan tidak kompeten menduduki posisi tersebut.
Pernyataan tersebut kembali membuka perdebatan mengenai perjalanan politik Gibran hingga akhirnya menjadi Wakil Presiden. Erma juga mempertanyakan sistem demokrasi Indonesia yang menurutnya seharusnya mampu menghadirkan lebih banyak pilihan tokoh yang memiliki kompetensi untuk memimpin negara.
Nama Gibran sendiri sebelumnya memang kerap dikaitkan dengan dukungan politik Jokowi, terutama setelah Jokowi menyatakan akan melakukan cawe-cawe politik menjelang Pemilu 2024. Saat itu, Jokowi menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan agar proses Pilpres 2024 berjalan baik dan tidak menimbulkan gejolak yang membahayakan negara maupun bangsa.
Perdebatan mengenai kapasitas dan perjalanan politik Gibran pun masih menjadi bagian dari diskusi publik. Pernyataan Erma menambah sorotan terhadap peran Jokowi dalam perjalanan politik putranya hingga menduduki posisi Wakil Presiden.ab
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-50743-peneliti-soroti-sikap-jokowi-terhadap-gibran-tak-ada-penyesalan