JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI) Faldo Maldini menilai pengalaman panjang Joko Widodo di dunia politik menjadi salah satu alasan untuk mencermati pernyataannya mengenai polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Faldo juga menyoroti isu tersebut yang menurutnya baru belakangan kembali ramai diperbincangkan. Faldo menyampaikan pandangan itu setelah Jokowi menyebut adanya operasi politik dan pihak yang ia istilahkan sebagai "penumpang gelap" dalam kontroversi ijazah putranya. Menurut Faldo, pernyataan mantan presiden tersebut didasarkan pada pengalamannya selama bertahun-tahun berkecimpung dalam politik.
"Memang Pak Jokowi adalah orang yang sangat berpengalaman dalam politik dan jarang bicara sembarangan," kata Faldo dalam dialog Kompas Sore KompasTV, Selasa (20/10/2026).
Faldo mengatakan dirinya pernah bersama Jokowi pada masa pemerintahan sebelumnya. Namun, menurut dia, isu ijazah seperti yang ramai diperbincangkan belakangan ini belum menjadi persoalan yang mendapat perhatian seperti sekarang.
"Maksudnya apa? Saat itu isu ini belum ada, bahkan bisa dibilang tidak penting. Ini isu yang baru-baru ini diangkat," ujarnya.
la kemudian mengaitkan kemunculan kembali polemik tersebut dengan dugaan adanya tujuan politik tertentu. Faldo menilai isu ijazah tidak hanya berkaitan dengan persoalan yang diperdebatkan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kredibilitas Jokowi dan keluarganya.
Politikus PSI itu menyebut polemik ijazah Gibran sebagai isu lama yang kini memiliki tujuan baru. Penilaian tersebut sejalan dengan pandangannya bahwa pengalaman politik Jokowi menjadi dasar bagi pernyataan sang mantan presiden mengenai kontroversi yang kembali mencuat.
Meski demikian, Faldo belum menyebut secara spesifik pihak-pihak yang menurutnya berada di balik dugaan operasi politik tersebut. la justru menyatakan bahwa masyarakat dapat menilai sendiri siapa saja pihak yang terus menjadikan ijazah Gibran sebagai topik besar.
"Tentu saja kita berdua bisa menjadi cukup pintar. Orang-orang yang menonton hari ini tahu siapa orang-orang ini," katanya.
Pernyataan Faldo tersebut merespons komentar Jokowi yang disampaikan di Solo pada Jumat (16/10/2026). Saat itu, Jokowi mengatakan polemik ijazah Gibran telah diramaikan oleh pihak-pihak yang ia sebut sebagai penumpang gelap.
"Saya sudah bilang dari awal, ini operasi politik, lalu ada penumpang gelap yang masuk lagi. Jadi ramai sekali. Tapi bagi saya itu biasa saja," ujar Jokowi.
Jokowi juga menilai operasi politik yang dimaksudnya bertujuan menurunkan reputasi politik dirinya dan Gibran. Namun, dalam pernyataan yang dikutip tersebut, ia tidak menyebut secara spesifik siapa pihak yang dimaksud sebagai penumpang gelap. Polemik ijazah Gibran pun kembali menjadi perhatian setelah pernyataan Jokowi dan tanggapan Faldo mencuat ke ruang publik.
Adapun dugaan adanya operasi politik serta motif untuk menurunkan kredibilitas Jokowi dan keluarganya merupakan penilaian yang disampaikan kedua tokoh tersebut, bukan kesimpulan yang telah dibuktikan dalam informasi yang tersedia.war
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-51784-politikus-psi-yakin-jokowi-bukan-orang-sembarangan