Senin, 27 Sep 2021 WIB

PBB: Dunia di Ambang Kehancuran

Senin, 13 Sep 2021 00:38 WIB
PBB: Dunia di Ambang Kehancuran

Antonio Guterres.

NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres dua hari lalu memperingatkan, dunia sedang bergerak ke arah yang salah dan menghadapi "momen menentukan" untuk menyadari jika manusia masih beraktivitas seperti saat ini, maka kita bisa merusak tatanan global dan menimbulkan krisis yang berkepanjangan di masa depan.

Guterres mengatakan negara-negara di dunia dan penduduk bumi harus mengubah arah yang berbahaya ini dan memilih "skenario terobosan." Demikian dilaporkan Al Arabiya, Sabtu (11/9).

 

Dunia sedang dalam "stress yang sangat gawat" hampir di setiap bidang, jelasnya, dan pandemi Covid-19 merupakan peringatan yang memperlihatkan kegagalan negara-negara untuk bekerja sama dan mengambil keputusan guna membantu semua orang dalam menghadapi keadaan darurat yang mengancam hidup secara global.

Guterres mengatakan keadaan ini telah melampaui kegagalan kita menghadapi Covid-19 hingga kita gagal mengatasi krisis iklim dan "perang bunuh diri kita terhadap alam dan runtuhnya keanekaragaman hayati."

Selain itu "ketidakadilan yang tidak terkendali" merusak hubungan masyarakat, dan kemajuan teknologi yang "tanpa upaya perlindungan bisa menimbulkan konsekuensi yang tidak terduga."

Tanda-tanda lainnya dari kondisi kehancuran dunia saat ini, kata Guterres, adalah meningkatnya kemiskinan, kelaparan dan ketidaksetaraan gender setelah puluhan tahun menurun. Selain itu ada risiko ekstrem terhadap kehidupan manusia dan planet dari perang nuklir dan kerusakan iklim, diskriminasi dan ketidakadilan membuat orang berdemo turun ke jalan, sementara teori konspirasi dan kebohongan memicu perpecahan yang mendalam di tengah masyarakat.

Dalam laporan yang disampaikan kepada Majelis Umum PBB dan pada konferensi pers Jumat lalu, Guterres mengatakan visinya untuk "skenario terobosan" adalah dunia yang lebih hijau dan lebih aman didorong oleh "prinsip bekerja sama, mengakui kita terikat untuk satu sama lain dan tidak ada komunitas atau negara, sekuat apapun, yang dapat menyelesaikan tantangan ini sendiri.”

Laporan bertajuk "Agenda Kita Bersama" -- merupakan sebuah tanggapan terhadap deklarasi tahun lalu oleh para pemimpin dunia pada peringatan 75 tahun Perserikatan Bangsa-Bangsa dan permintaan dari 193 negara anggota majelis agar Sekjen PBB membuat rekomendasi untuk mengatasi tantangan bagi pemerintahan global.

Di dunia hari ini, jelas Guterres, keputusan global diambil dengan tujuan untuk meraup keuntungan sesaat dan mengabaikan konsekuensi jangka panjang.eka