BANDUNG BARAT (Realita) -- Petugas Kesehatan melakukan uji laboratorium terhadap menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang jadi pemicu keracunan massal ratusan pelajar di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Langkah ini diambil untuk investigasi penyebab pasti keracunan yang menimpa korban lebih dari 393 pelajar dari jenjang PUD hingga sekolah menengah kejuruan atau SMK.
Saat ini, petugas kesehatan sudah mengumpulkan sejumlah sampel makanan untuk dicek kandungan zat kimia dan mikrobiologinya ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa Barat.
"Sampel makanannya sudah dibawa untuk dicek ke laboratorium kesehatan. Nanti kita bakal tahu, apa kandungan di dalam makanan itu yang jadi pemicu keracunan. Apakah bakteri atau zat kimia?," papar Kepala Puskesmas Cipongkor, Yuyun Sarihotimah saat dikonfirmasi.
Diketahui, keracunan para pelajar Cipongkor dipicu usai menyantap paket makan MBG hasil produksi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Rajib Putra Barokah dengan nama Dapur Makmur Jaya di Kampung Cipari, Desa Cijambu, Cipongkor.
Menu makanan saat itu terdiri atas nasi, ayam kecap, tahu goreng, melon, serta lalapan sayuran seperti selada, tomat, dan timun.
Petugas kesehatan telah mengambil sampel makanan langsung dari dapur MBG Cipari, sisa makanan di beberapa sekolah, serta bekas muntah para pasien.
"Kita ambil sampel makanan yang di dalam kulkas dapur MBG. Terus sisa-sisa makanan yang di bagikan di sekolah. Termasuk bekas muntah korban keracunan," tambahnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengungkap data terbaru korban keracunan sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cipongkor. Hingga Selasa (23/9/2025) malam, ada 393 siswa yang tercatat sebagai korban keracunan.
Mayoritas korban keracunan telah diperbolehkan pulang ke rumah dengan status rawat jalan. Dari 393 korban yang terdata, ada 39 yang masih menjalani rawat inap.
"Mayoritas korban sudah mulai pulih, tinggal sebagian masih di rumah sakit. Kalau hasil uji laboratorium menu MBG itu keluar paling lama 7 hari," tandasnya.ban
Editor : Redaksi
URL : https://realita.co/baca-42789-korban-keracunan-mbg-di-bandung-barat-393-pelajar