Pelaku dan Korban Jagal Vietnam Punya Obsesi yang Sama, Aktif di Website Menyimpang

LANG SON (Realita)- Kepolisian provinsi Lạng Sơn di utara menahan dan memulai proses hukum terhadap seorang pria berusia 57 tahun bernama Đoàn Văn Sáng beralamat di Jalan Nguyen Phi Khanh Nomor 195, Tam Thanh, Provinsi Lang Son atas tuduhan pembunuhan yang telah mengejutkan Vietnam karena sifatnya yang mengerikan.

Selanjutnya Departemen PA05 menyerahkan tersangka kepada Satuan Polisi Investigasi (PCO2) Kepolisian Provinsi Lang Son untuk penanganan lebih lanjut.

Pada tanggal 27 November 2025, Departemen C09 Kementerian Keamanan Publik menerima hasil investigasi terhadap video yang dikirim untuk penilaian: tidak ditemukan jejak penggunaan kecerdasan buatan untuk memalsukan konten dalam video yang dikirim untuk penyelidikan.

Pada tanggal 28 November 2025, menerima laporan dari Bapak Pham Van Duong, Kepala Desa Hau Trung 2, Komune Tien Hung, Provinsi Hung Yen tentang pembunuhan Nguyen Xuan Dat dan mengambil sampel rambut dari Ibu Nguyen Thi Mien, ibu dari Nguyen Xuan Dat, untuk keperluan penyelidikan

Pada tanggal 28 November 2025, Satuan Investigasi Kepolisian (PC02) Kepolisian Provinsi Lang Son berkoordinasi dengan Departemen C09 Kementerian Keamanan Publik untuk melakukan investigasi terhadap lokasi kejadian perkara yang diduga berada di kantor Satuan Pengelola Pasar No. 4, yang berlokasi di Gang 103, Jalan Chi Lang, Desa Huu Lung, Provinsi Lang Son.

Hasil investigasi menunjukkan bahwa dapur dan toilet Satuan Pengelola Pasar No. 4 memiliki karakteristik spasial dan objek yang serupa dengan tempat pelaku melakukan pemenggalan kepala dalam video tersebut; pada saat yang sama, 3 gigi yang diduga gigi manusia disita di bawah wastafel dan banyak sampel tulang dengan ukuran yang belum diketahui disita di bawah tangki septik area toilet, di area drainase dapur dan area parit di belakang dapur.

Pada tanggal 28 November 2025, Badan Investigasi melakukan penggeledahan di kediaman Doan Van Sang di Jalan Nguyen Phi Khanh Nomor 195, Kelurahan Tam Thanh, Provinsi Lang Son. Hasil penggeledahan menemukan dan menyita 2 jaket dengan ciri-ciri yang mirip dengan kemeja yang dikenakan pelaku pemenggalan kepala dalam video sebelum melakukan perbuatan tersebut dan 1 pemanas dengan ciri-ciri yang mirip dengan pemanas dalam video saat pelaku melakukan masturbasi.

Pada tanggal 28 November 2025, Badan Investigasi menemukan dan menyita 1 unit telepon milik Dat, yang saat itu digunakan oleh Ibu Doan Thi Lien (saudara perempuan Sang)

Pengakuan Doan Van Sang mengaku sebagai berikut:

Sekitar tahun 2020, Sang bertemu Dat melalui jejaring sosial. Setelah mengobrol beberapa saat, Dat mengaku bahwa ia berpartisipasi dalam sebuah kelompok yang beroperasi di situs web (selanjutnya disebut sebagai kelompok) yang khusus memposting gambar dan video tentang seks menyimpang.

Pada tanggal 25 Januari 2025, menjelang hari raya Tết (Tahun Baru Imlek), Sáng menelepon Đạt dan sepakat bahwa Đạt akan datang ke Tim Pengawasan Pasar No. 4 di Provinsi Lạng Sơn, tempat Sáng bekerja. Sáng melakukan pembunuhan di tempat ini.

Setelah melakukan kejahatannya, Sáng melakukan berbagai tindakan untuk membersihkan dan menghilangkan jejak, membuang mayat, dan menyembunyikan kejahatannya dalam upaya menghindari penegak hukum.

Pada tanggal 28 November, Unit Investigasi Kepolisian Provinsi Lạng Sơn mengeluarkan keputusan untuk menuntut kasus pidana pembunuhan.

Pada tanggal 29 November 2025, pengadilan mengeluarkan keputusan untuk menuntut tersangka dan surat perintah penangkapan untuk penahanan sementara Đoàn Văn Sáng atas tuduhan pembunuhan

Editor : Redaksi

Berita Terbaru

Natalia Loewe Tetap Setia Alisson Becker

LIVERPOOL (Realita)- Kiper Liverpool, Alisson Becker, memiliki seorang istri rupawan bernama Natalia Loewe. Kecantikan luar dalam membuat Alisson tak ragu …

Pupuk Subsidi di Jombang, Ruwet

JOMBANG - Sektor pertanian Kabupaten Jombang kembali dihantam persoalan klasik yang seolah menjadi siklus tahunan tanpa solusi permanen.  Distribusi pupuk …

Mahasiswa UNESA Bikin Bangga Indonesia

SURABAYA (Realita)  —Atlet dan pelatih Indonesia peraih medali SEA Games 2025, termasuk dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapatkan bonus yang di …