JEMBER (Realita) – Pemerintah Kabupaten Jember memperluas layanan publik berbasis kecamatan dengan meresmikan tiga Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di wilayah pinggiran. Program yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait itu menjadikan Jember sebagai kabupaten dengan jumlah MPP Mini terbanyak di kawasan Tapal Kuda.
Tiga MPP Mini tersebut kini beroperasi di Kecamatan Mayang, Tanggul, dan Jombang. Kehadiran layanan ini diproyeksikan sebagai “Pemkab Mini” agar masyarakat tidak lagi bergantung pada pusat pemerintahan di kawasan kota Jember.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan, kebijakan tersebut dibuat untuk memangkas birokrasi panjang sekaligus mengurangi beban masyarakat yang selama ini harus menempuh perjalanan jauh hanya untuk mengurus administrasi dasar.
“Warga wilayah barat maupun utara Jember sekarang tidak perlu lagi datang ke pusat kota hanya untuk mengurus dokumen administrasi. Cukup melalui MPP Mini di kecamatan,” ujar Gus Fawait, Rabu (06/05/2026).
Melalui MPP Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan terintegrasi mulai dari administrasi kependudukan seperti KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran, hingga layanan perizinan usaha untuk pelaku UMKM.
Selain itu, layanan pembayaran pajak daerah hingga konsultasi sosial dan hukum juga mulai disediakan di tingkat kecamatan guna mempercepat pelayanan publik.
Pemkab Jember juga menggandeng Pengadilan Negeri Jember untuk menghadirkan layanan hukum berbasis digital. Warga yang membutuhkan putusan pengadilan terkait administrasi kependudukan nantinya tidak lagi diwajibkan hadir langsung ke pengadilan.
“Untuk kebutuhan putusan pengadilan terkait administrasi kependudukan, ke depan cukup melalui Zoom. Ini supaya masyarakat tidak membuang waktu dan biaya transportasi,” kata Gus Fawait.
Tidak berhenti pada layanan administrasi, Pemkab Jember juga menyiapkan penguatan infrastruktur penunjang di wilayah barat. Pada anggaran 2026–2027, pemerintah daerah merencanakan pelebaran dan pengaspalan ulang jalur Tanggul–Mangli guna memperlancar konektivitas menuju pusat kota.
Revitalisasi Alun-Alun Tanggul juga masuk dalam agenda pembangunan. Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi konsep street food mini untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM setempat.
Gus Fawait menegaskan pemerataan pelayanan publik dan pembangunan wilayah pinggiran menjadi fokus utama pemerintahannya. Menurutnya, masyarakat di kecamatan harus mendapatkan kualitas layanan yang sama dengan warga perkotaan.
“Kami ingin pelayanan pemerintah hadir lebih dekat dan pembangunan ekonomi tumbuh dari pinggiran, bukan hanya terpusat di kota,” tegasnya.rdy
Editor : Redaksi