THP FPIK UB Siapkan Lulusan Hadapi Era AI dan Industri Digital, Kurikulum Disusun Berbasis Kebutuhan Industri

MALANG – Perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan otomatisasi industri menuntut perguruan tinggi untuk terus menyesuaikan sistem pembelajaran. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan (THP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB), menggelar Workshop Market Signal dalam rangka review kurikulum yang melibatkan industri, alumni, mahasiswa, dan berbagai pemangku kepentingan.

Kegiatan yang berlangsung secara hibrida pada 18 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari upaya THP FPIK UB memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

Ketua Program Studi THP FPIK UB menjelaskan bahwa penyusunan kurikulum tidak lagi hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan industri dan perkembangan teknologi masa depan.

“Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, kurikulum perlu terus diperbarui agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan mampu beradaptasi dengan tantangan global,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, berbagai perwakilan industri menyampaikan masukan mengenai kompetensi yang dibutuhkan lulusan saat ini. Selain penguasaan teknologi hasil perikanan, industri juga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengolah data, memahami sistem digital, bekerja dalam tim, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Gunariyadi, S.Pi., Pimpinan Cabang BRI Jatinegara, menilai bahwa lulusan THP memiliki peluang karier yang luas dan tidak terbatas pada sektor perikanan semata. Oleh karena itu, mahasiswa perlu dibekali pengalaman pembelajaran berbasis proyek yang mampu melatih kemampuan memecahkan masalah dan bekerja secara kolaboratif.

“Mahasiswa perlu dilibatkan dalam proyek nyata yang melatih kerja sama tim, pengelolaan kegiatan, dan penyelesaian masalah. Pengalaman tersebut akan menjadi bekal penting ketika mereka memasuki dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, Fathul Mubin, Manager Engineering PT Mega Marine Pride, menyoroti pentingnya penguatan kompetensi teknologi digital dalam kurikulum.

“Digitalisasi industri berkembang sangat cepat. Mahasiswa perlu memahami interpretasi data, Internet of Things, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan penerapan smart processing agar lebih siap menghadapi perkembangan teknologi di industri perikanan,” jelasnya.

Selain aspek teknologi, peserta juga mengusulkan penguatan kompetensi keamanan pangan dan pengendalian mutu melalui materi HACCP, GMP, ISO, BPOM, dan SNI. Keterampilan komunikasi, kepemimpinan, kewirausahaan, branding, dan pemasaran digital juga dinilai semakin penting untuk mendukung daya saing lulusan di dunia kerja.

Workshop turut membahas penguatan program Praktik Kerja Lapang (PKL) melalui perluasan jejaring industri dan peningkatan keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan kerja profesional. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat adaptasi lulusan terhadap kebutuhan industri setelah menyelesaikan studi.

Melalui kegiatan ini, FPIK UB menegaskan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis di bidang teknologi hasil perikanan, tetapi juga siap menghadapi transformasi industri berbasis digital. Kurikulum yang disusun bersama dunia usaha dan dunia industri diharapkan mampu menciptakan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki daya saing global.

Inisiatif ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam mempersiapkan sumber daya manusia masa depan.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru