JEMBER (Realita) - Pemerintah Kabupaten Jember akan meluncurkan program Home Care pada 24 Juli 2026. Program itu sebagai upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil berisiko tinggi, balita stunting, hingga penderita penyakit kronis.
Bupati Jember Gus Fawait mengatakan, program tersebut merupakan pengembangan dari kebijakan layanan kesehatan gratis yang telah diberlakukan sejak 1 April 2025 bagi seluruh warga ber-KTP Jember melalui fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Sejak 1 April 2025 seluruh warga Jember yang ber-KTP Jember sudah bisa menikmati pelayanan kesehatan gratis di rumah sakit di Jember maupun di seluruh Indonesia yang bekerja sama dengan BPJS," kata Gus Fawait.
Menurutnya, setelah program kesehatan gratis berjalan, Pemkab Jember melakukan evaluasi dan menemukan bahwa masyarakat miskin ekstrem masih menghadapi kendala untuk mengakses layanan kesehatan karena terbentur biaya transportasi, kebutuhan hidup selama menjalani perawatan, hingga kesulitan meninggalkan rumah.
"Ternyata mereka bukan hanya membutuhkan biaya pengobatan yang gratis, tetapi juga membutuhkan bantuan karena harus mengeluarkan biaya transportasi dan kebutuhan lainnya saat berobat ke rumah sakit," ujarnya.
Karena itu, Pemkab Jember menghadirkan layanan Home Care, di mana tenaga kesehatan akan mendatangi langsung rumah warga yang membutuhkan. Sasaran program meliputi masyarakat miskin dan miskin ekstrem dengan penyakit menahun, lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil risiko tinggi, ibu menyusui, hingga anak-anak yang mengalami stunting.
Dalam pelaksanaannya, petugas akan membawa peralatan pemeriksaan kesehatan dasar, obat-obatan, fasilitas telemedicine, bahkan bantuan sembako bagi penerima layanan.
"Petugas kesehatan akan datang ke rumah-rumah warga, membawa alat pemeriksaan kesehatan, menyediakan telemedicine dengan dokter umum maupun dokter spesialis, membawa obat-obatan, dan kami juga akan memberikan sembako kepada mereka yang menerima pelayanan," jelas Gus Fawait.
Melalui telemedicine, pasien dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, bahkan subspesialis tanpa harus datang ke rumah sakit. Jika dari hasil pemeriksaan diperlukan penanganan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit.
Gus Fawait mengatakan program tersebut diharapkan mampu menekan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), serta mempercepat penanganan stunting di Kabupaten Jember.
"Kalau orang yang mampu bisa memiliki dokter pribadi, maka melalui program Home Care ini kami ingin masyarakat miskin, penyandang disabilitas, dan warga miskin ekstrem juga memiliki akses pelayanan layaknya memiliki dokter pribadi," katanya.
Untuk mendukung program tersebut, Pemkab Jember telah menyiapkan 1.200 tenaga kesehatan (nakes) yang sebelumnya diproyeksikan menangani AKI, AKB, dan stunting. Seluruh tenaga kesehatan itu akan diperbantukan dalam layanan Home Care.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan 10 armada mobil Home Care. Meski demikian, karena keterbatasan anggaran, kendaraan operasional milik kepala puskesmas dan organisasi perangkat daerah (OPD) juga akan dimanfaatkan agar layanan dapat menjangkau seluruh wilayah.
"Kami sudah menyiapkan 1.200 nakes. Mereka inilah yang akan menjalankan program Home Care. Untuk armada baru tersedia 10 mobil, tetapi kendaraan kepala puskesmas maupun OPD juga akan digunakan agar pelayanan bisa berjalan maksimal," tegasnya.
Sebanyak 50 puskesmas di Kabupaten Jember nantinya akan membentuk tim Home Care yang setiap hari turun ke lapangan memberikan pelayanan kesehatan langsung ke rumah-rumah warga sasaran.
Pemkab Jember saat ini juga telah membentuk Satgas Kemiskinan untuk melakukan pendataan calon penerima layanan, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita stunting, masyarakat miskin ekstrem, penyandang disabilitas, hingga penderita penyakit kronis.
Bupati berharap program Home Care menjadi langkah nyata pemerintah dalam mengurangi dampak kemiskinan sekaligus memastikan masyarakat yang selama ini sulit menjangkau fasilitas kesehatan tetap memperoleh pelayanan medis secara gratis dan berkelanjutan.
"Harapan kami, tidak ada lagi warga Jember yang tidak berobat hanya karena keterbatasan biaya atau akses. Pemerintah yang akan datang kepada mereka untuk memastikan pelayanan kesehatan benar-benar dirasakan masyarakat," pungkas Gus Fawait.rdy
Editor : Redaksi