Penanganan Anomali Mekanik DS Bus A di GI Sidoarjo, PLN Pastikan Keandalan Sistem Transmisi Terjaga

Advertorial

SIDOARJO – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan sistem transmisi tenaga listrik melalui penanganan anomali mekanik pada peralatan jaringan. Salah satunya dilakukan di Gardu Induk (GI) Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut berupa penanganan anomali mekanik Disconnecting Switch (DS) Bus A dengan melakukan penggantian MK Box PMS Bus A Transmission Line (TL) Bay 150 kV Buduran #1.

Pekerjaan ini dilaksanakan oleh ULTG Surabaya Selatan (ULTG SBS) bersama PDKB GI UPT Surabaya, dengan mengutamakan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), ketelitian teknis, koordinasi antarpersonel, serta kepatuhan terhadap prosedur kerja.

Manager UPT Yaya Supriman menyampaikan bahwa penanganan anomali tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk memastikan peralatan transmisi tetap berada dalam kondisi andal dan mampu mendukung kontinuitas penyaluran tenaga listrik.

Menurut Yaya, pekerjaan penanganan peralatan tidak hanya membutuhkan ketepatan secara teknis, tetapi juga koordinasi dan disiplin terhadap prosedur keselamatan.

“Keandalan sistem transmisi menjadi perhatian utama. Karena itu, setiap pekerjaan harus dilakukan secara terukur, mengutamakan keselamatan, ketelitian teknis, serta koordinasi seluruh personel,” demikian substansi keterangan Yaya Supriman terkait pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Advertorial

Ia menambahkan, kolaborasi antara tim ULTG Surabaya Selatan dan PDKB GI UPT Surabaya menjadi bagian penting dalam memastikan pekerjaan dapat diselesaikan secara aman dan sesuai standar.

Penanganan anomali mekanik pada DS tersebut diharapkan dapat menjaga kondisi peralatan sekaligus mempertahankan keandalan sistem transmisi 150 kV, khususnya dalam mendukung kontinuitas sistem kelistrikan di wilayah Jawa Timur.

PLN menegaskan bahwa pemeliharaan dan penanganan anomali peralatan secara berkala merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas serta keandalan sistem transmisi, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi sedini mungkin. tyan 

Editor : Redaksi

Berita Terbaru