MALANG – Kelompok 33 Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Bahari, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) melaksanakan kegiatan pengolahan sampah organik melalui budidaya maggot di Desa Pagak, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang.
Kegiatan yang mulai dilaksanakan pada 26 Juli – 14 Agustus 2026 tersebut menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan pemanfaatan sampah rumah tangga menjadi sumber daya yang lebih bernilai dan produktif bagi masyarakat.
Permasalahan sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan masih menjadi perhatian karena belum seluruhnya dikelola dan dimanfaatkan secara optimal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa FPIK UB memperkenalkan budidaya maggot sebagai alternatif pengelolaan sampah organik yang sederhana dan dapat diterapkan di tingkat rumah tangga.
Pemanfaatan sampah sebagai media budidaya maggot diharapkan dapat membantu mengurangi limbah sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Maggot merupakan larva Black Soldier Fly (BSF) yang mampu memanfaatkan bahan organik sebagai sumber pakan. Selain berperan dalam proses pengurangan limbah organik, maggot juga menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak maupun ikan karena memiliki kandungan nutrisi yang baik.
Dengan demikian, budidaya maggot tidak hanya memberikan manfaat bagi pengelolaan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk menghasilkan produk dengan nilai guna dan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Penerapan budidaya maggot secara sederhana di Desa Pagak diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan pola pengelolaan sampah yang lebih produktif. Maggot yang telah mencapai ukuran tertentu dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan, sehingga dapat memberikan nilai tambah dari sampah organik yang sebelumnya belum termanfaatkan.
Dengan pengelolaan dan pendampingan yang tepat, kegiatan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi aktivitas produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pelaksanaan PKM Bahari FPIK UB Kelompok 33 ini turut mendukung sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui potensi pengembangan kegiatan bernilai ekonomi, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga sejalan dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peluang pengembangan usaha berbasis sumber daya lokal serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Editor : Redaksi