Toko Emas Murni Kaliwates Jember  Dirampok, Kerugian Rp700 Juta

JEMBER (Realita) – Toko Emas Murni di Kecamatan Kaliwates, Jember, diduga menjadi sasaran perampokan pada Kamis pagi. Dua orang terduga pelaku diduga menyatroni toko sesaat setelah dibuka sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam kejadian tersebut, Lily dan anaknya, Adi Kusuma, mengalami luka-luka saat berusaha melawan pelaku.

Berdasarkan keterangan awal polisi, kedua terduga pelaku langsung masuk ke toko setelah operasional dimulai. Mereka kemudian diduga berusaha mengambil barang yang menjadi sasaran. Situasi berubah menjadi aksi kekerasan ketika korban berusaha mempertahankan barang miliknya.

Panit Opsnal III Polsek Kaliwates, Iptu Devi Novita Puspita Sari, mengatakan polisi masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap identitas dan keberadaan para terduga pelaku.

“Kami masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk kemudian menentukan siapa pelaku dari kasus dugaan pencurian dengan kekerasan ini,” kata Devi.

Lily dan Adi Kusuma mengalami luka ketika berusaha melawan pelaku yang diduga memaksa mengambil barang incarannya. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis dan dilaporkan dalam kondisi baik, meski masih menjalani perawatan.

Dari pemeriksaan sementara, barang yang diduga dibawa kabur berupa tas berisi mata uang asing, termasuk dolar, serta sejumlah surat penting. Nilai barang yang diduga hilang diperkirakan mencapai Rp500 juta hingga Rp700 juta. Polisi masih mendalami jumlah dan jenis barang yang dibawa kabur untuk memastikan nilai kerugian.

Devi menjelaskan, luka yang dialami kedua korban terjadi ketika pelaku memaksa mengambil barang yang menjadi targetnya. Perlawanan korban diduga memicu terjadinya kekerasan dalam peristiwa tersebut.

“Karena perlawanan, yang bersangkutan memaksa untuk mengambil barang yang sudah menjadi targetnya,” ujar Devi.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV, termasuk rekaman dari kawasan sekitar jalan raya. Petugas juga telah mengantongi petunjuk mengenai kendaraan yang diduga digunakan pelaku untuk membantu memetakan arah pencarian.

Hingga kini, kedua terduga pelaku masih dalam pengejaran. Polisi terus mengembangkan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku, menelusuri jejak pelarian, serta memastikan secara terperinci barang-barang yang diduga dibawa kabur dari Toko Emas Murni.

Devi menyatakan polisi berharap petunjuk yang telah dikumpulkan dapat membantu mengungkap kasus tersebut. Namun, ia belum menyampaikan kepastian mengenai waktu penangkapan para terduga pelaku.

“Insyaallah, mohon doanya. Korban segera tertangani dan kami bisa mendapati pelakunya,” kata Devi.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru