Dosen UM Terapkan Robotik Berbasis Arduino untuk Pembelajaran di Surabaya dan Pacitan

SURABAYA (Realita) - Pendidikan terus berkembang melalui berbagai inovasi, saat ini guru bukan lagi menjadi pengguna teknologi, tetapi dapat memproduksi teknologi. Kali ini dilakukan oleh Tim peneliti dari Univerisitas Negeri Malang (UM) bekerjasama dengan STKIP Bina Insan Mandiri (STKIP BIM) dan STKIP PGRI Pacitan. 

Untuk mengenalkan robotic yang sekarang ini popular, calon guru dilatih membuat robot pendidikan dengan menggunakan Arduino. Calon guru nampak antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka merangkai perangkat satu persatu, lalu mengkoding dengan Bloks untuk memberikan perintah ke robot tersebut. 

Calon guru bersorak dengan gembira ketika perintahnya ternyata dapat dijalankan di robot hal tersebut sejalan dengan salah satu prinsip Pembelajaran Mendalam yakni menggembirakan. 

Selain Prinsip Menggembirakan praktik pendekatan mendalam pada Pembelajaran kali ini juga menumbuhkan calon guru sadar untuk belajar teknologi dengan perkembangan yang begitu cepat(Prinsip Pembelajaran Mendalam Berkesadaran).

Kegiatan ini merupakan program dari Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (kemristek Dikti) melalu DPPM dengan nomor kontrak 085/C3/DT.05.00/PL/2025. Judul yang diusung “Pengembangan Model Challenge Robotic based Deep Learning Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Computational Thinking dan TPCAK Calon Guru SD” 

Pelatihan robotic ini diketuai oleh Dosen UM Dr. M. Anas Thohir, M.Pd, dan Anggota Dr. Dani Irawan, M.PD dan dosen STKIP Bina Insan Mandiri Dr. Zuni Eka Tyas Rfayanti, M.Pd. Selain itu, pelatihan ini juga dibantu oleh mahasiswa UM, Indah Galis Cahyani, Ayunda Sekar Nur’aiani, dan Risa Yuliana Dewi. 

"Kegiatan ini yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi calon guru SD dalam mengintegrasikan teknologi robotik dan pendekatan deep learning dalam pembelajaran IPA, serta mengembangkan keterampilan computational thinking dan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge)," kata Dosen UM Dr. M. Anas Thohir, M.Pd Ketua Tim Pelatihan. 

Pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 36 Mahasiswa S1 PGSD STKIP Bina Insan Mandiri dan 80 Mahasiswa Program Studi S1 PGSD STKIP PGRI Pacitan di dua kegiatan, yaitu tanggal 24 Juni 2025 dan 17 September 2025. 

Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan pengantar pelatihan, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para narasumber terkait penyusunan dan pemrograman robotik. Setelah sesi materi, peserta langsung melakukan praktik secara berkelompok menggunakan kit robotik yang telah disiapkan. 

"Setiap kelompok dibimbing untuk memprogram robot agar mampu bergerak lurus, mundur, dan mengikuti garis (line follower) menggunakan aplikasi mBlock, sebagai bagian dari penerapan computational thinking dalam pembelajaran IPA," ujarnya. 

Selama proses pelatihan, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka tampak senang dan bersemangat, terutama saat menyaksikan langsung hasil pemrograman mereka saat robot diuji coba di lintasan. 

Tak hanya mahasiswa, para dosen STKIP Bina Insan Mandiri dan STKIP PGRI Pacitan yang turut hadir juga menyampaikan apresiasi terhadap pelatihan ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan guna mendorong inovasi pembelajaran di dunia pendidikan dasar, khususnya di daerah.

Sebagai bentuk penguatan kolaborasi institusi, pelatihan ini juga diawali dengan kegiatan penandatanganan kerja sama resmi antara Universitas Negeri Malang (UM), STKIP Bina Insan Mandiri, dan STKIP PGRI Pacitan. 

Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan masing-masing institusi sebagai wujud komitmen untuk mengembangkan riset dan pendidikan berbasis teknologi secara bersama-sama.

Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah interaktif, demonstrasi langsung, serta praktik kelompok berbasis tantangan (challenge-based learning), yang disesuaikan dengan konteks pembelajaran IPA di sekolah dasar.

Secara umum, kegiatan ini berkontribusi positif dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals / SDGs), terutama pada SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas calon guru SD dalam penggunaan teknologi pendidikan, dan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur) melalui penerapan teknologi robotik dalam pendidikan dasar. 

Melalui pelatihan ini, diharapkan terjadi peningkatan nyata dalam kapasitas pedagogik dan teknologis calon guru SD. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antar institusi pendidikan tinggi untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan tantangan abad ke-21.

Editor : Arif Ardliyanto

Berita Terbaru