Marak Pelajar Tewas Akibat Laka-Lantas, Polres Desak Pemkab Ponorogo Aktifkan Angkutan Umum

PONOROGO (Realita)- Angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Ponorogo menunjukkan tren yang mengkhawatirkan sepanjang dua tahun terakhir. Berdasarkan data Satlantas Polres Ponorogo, tercatat ratusan nyawa melayang di jalan raya, dimana diantaranya merupakan usia produktif atau pelajar.

Kapolres Ponorogo, AKBP Andien Wisnu Sudibyo, menyebutkan bahwa selama periode Januari 2024 hingga Desember 2025, total kejadian laka lantas mencapai 1.512 kasus. Dengan rincian, tahun 2024 angka kecelakaan lalu lintas mencapai 736 kasus dan tahun 2025 mencapai 776 kasus.

" Dari total kasus tersebut, terdapat 213 korban meninggal dunia. Diantaranya adalah pelajar. Yakni tahun 2024 ada 4 orang dan tahun 2025 ini 6 orang,” ujar Andien di Mapolres Ponorogo, Senin (29/12/2025).

Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Dewo Wisno Setya Kusuma mengungkapkan, selama kurun waktu dua tahun terakhir sedikitnya ada 265 kasus kasus laka-lantas yang melibatkan pelajar.

“ Tahun 2024 itu ada 112 kasus, dan tahun 2025 ini ada 153 kasus, terjadi kenaikan yang cukup signifikan,” ungkapnya.

Dewo mengaku, faktor tingginya angka laka lantas hingga berujung kematian pelajar di jalan ini, dipicu masih banyaknya pelajar yang tidak memiliki SIM nekat berkendara, pun mereka banyak yang tidak memakai helm. Kondisi di perparah dengaj pola asuh orang tua yang cenderung membiarkan anaknya yang belum cukup umur untuk berkendara sendiri ke sekolah.

“ Untuk itu kami menghimbau agar orang tua jangan memberikan motor kepada anaknya yang belum cukup umur dan memiliki SIM,” akunya.

Pihaknya pun, mendesak Pemkab Ponorogo untuk mengaktifkan kembali penggunaan angkutan umum pelajar. Agar angka laka lantas yang melibatkan pelajar bisa ditekan.

“ Kita sudah usulkan, ini masih dikaji. Jadi di beberapa titik yang perlu angkutan umum pelajar agar mulai tahun depan diaktifkan lagi,” pungkas Dewo. znl

Editor : Redaksi

Berita Terbaru