Pemkab Jember Siapkan Bantuan Pangan Diantar ke Rumah, 380 Ribu Keluarga Jadi Penerima

JEMBER (Realita) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menyiapkan perubahan mekanisme penyaluran bantuan pangan. Bersama Perum Bulog Kantor Cabang Jember, pemerintah daerah berencana mengantarkan bantuan langsung ke rumah penerima atau door to door mulai akhir 2026.

Skema ini disiapkan untuk memastikan bantuan pangan diterima masyarakat yang berhak sekaligus mengatasi kendala penerima yang kesulitan mengambil bantuan di balai desa karena harus bekerja.

Bupati Jember, Gus Fawait mengatakan, penyaluran langsung ke rumah akan dilengkapi pemasangan stiker khusus pada rumah penerima. Langkah tersebut diharapkan mempermudah verifikasi penerima bantuan sekaligus mendukung pemutakhiran data sosial dan ekonomi.

“Banyak manfaatnya, salah satunya untuk memastikan rekan-rekan BPS dapat memverifikasi bahwa warga yang bersangkutan benar-benar menerima bantuan dari pemerintah,” ujar Gus Fawait, Rabu (21/10/2026).

Menurut Gus Fawait, data penerima bantuan yang lebih terverifikasi juga diharapkan membantu Badan Pusat Statistik (BPS) menghasilkan penghitungan pertumbuhan ekonomi dan angka kemiskinan yang lebih akurat.

Pemkab Jember menyiapkan skema tersebut di tengah upaya menekan angka kemiskinan. Gus Fawait sebelumnya menyampaikan bahwa Jember kini telah keluar dari posisi dua besar kabupaten dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Jember Muhammad Ade Saputra menyebut penyaluran bantuan pangan tahap kedua untuk alokasi Juli hingga September telah dituntaskan di Kabupaten Jember.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), jumlah penerima bantuan pada tahap kedua mencapai 380.195 keluarga. Angka tersebut turun dibandingkan tahap pertama pada Februari–Maret yang mencatat 390.744 penerima.

“Ada sedikit penurunan dibanding alokasi tahap pertama pada Februari–Maret lalu yang mencapai 390.744 penerima. Namun, untuk penyaluran di Kabupaten Jember pada tahap kedua ini sudah kami salurkan secara tuntas,” jelas Ade.

Untuk penyaluran tahap berikutnya, Bulog masih menunggu pembaruan data resmi dari Bapanas. Jumlah penerima bantuan masih berpotensi berubah mengikuti hasil pemutakhiran data.

Ade menyambut rencana distribusi langsung ke rumah karena dinilai dapat menjawab persoalan penerima bantuan yang tidak selalu bisa datang ke balai desa pada jam pelayanan.

Selama ini, sebagian penerima bantuan harus bekerja sejak pagi hingga sore. Sementara itu, pengambilan bantuan di balai desa umumnya dibatasi hingga pukul 17.00 WIB. Kondisi tersebut berpotensi menyulitkan warga yang tidak memiliki waktu untuk datang sesuai jadwal.

Melalui koordinasi dengan Pemkab Jember, khususnya Dinas Sosial, Bulog berharap mekanisme door to door dapat membuat penyaluran lebih mudah dijangkau masyarakat.

Di sisi lain, Bulog memastikan ketersediaan beras di Jember masih mencukupi. Serapan gabah dari petani lokal dilaporkan telah mencapai 117.000 ton. Bulog menyebut capaian tersebut mendukung ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan hingga dua tahun ke depan.

Meski demikian, Bulog menegaskan tetap membuka penyerapan gabah petani di tengah fenomena El Nino. Penyerapan akan dilakukan ketika harga gabah berada di bawah atau setara dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

“Kami masih membuka serapan. Ketika harga gabah petani menyentuh di bawah atau setara Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Bulog akan tetap menyerapnya,” pungkas Ade.

Editor : Redaksi

Berita Terbaru